Internet Sumber Penghasil Uang Gratis di Internet

Author: RAWK ADIOS // Category:
Ya...benar..,,,internet selain sumber informasi juga sumber penghasil uang..,,karena internet juga sumber informasi bisnis, sumber bisnis, dan sumber segala macam informasi dunia. Internet Sumber Penghasil Uang Gratis di Internet, pengertian uang gratis disini bukan berarti kita mendapatkan uang secara gratis tanpa melakukan usaha apapun, yang dimaksud adalah mendapatkan uang gratis dengan suatu usaha tertentu.

Ya...benar..,,,internet selain sumber informasi juga sumber penghasil uang..,,karena internet juga sumber informasi bisnis, sumber bisnis, dan sumber segala macam informasi dunia. Internet Sumber Penghasil Uang Gratis di Internet, pengertian uang gratis disini bukan berarti kita mendapatkan uang secara gratis tanpa melakukan usaha apapun, yang dimaksud adalah mendapatkan uang gratis dengan suatu usaha tertentu.

Banyak sekali layanan penghasil uang gratis/web bisnis di internet, yang perlu diwaspadai adalah sebagian web penghasil uang/bisnis di internet adalah SCAM alias tidak membayar kita setelah kita bekerja untuknya. Namun banyak juga web bisnis yang memberikan penghasilan kepada kita.

Jika kita akan mengikuti bisnis, kita harus mereview perkembangan dan identitas bisnis tersebut.

Salah satu bisnis internet yang sangat populer di indonesia adalah bisnis jaringan periklanan seperti KlikSaya.com, karena layanan tersebut membuka lowongan untuk semua pemilik web menghasilkan uang di internet. Cara kerjanya yaitu kita akan menjadi publisher dan setiap advertiser yang iklannya di klik di web kita maka kita akan dapat sebagian bayaran dari kliksaya.com yang menjadi media perantara atau yang mempertemukan kita dengan para pengiklan. Inilah kekuatan bisnis yang sesungguhnya...membentuk jaringan bisnis melalui internet...,,!!

Kita juga bisa mendapatkan uang dengan hanya melakukan klik terhadap iklan yang disediakan oleh suatu website. Setiap klik maka kita akan dibayar,,sangat simple bukan...,,,klik dapat uang gratis...

Jika anda ingin serius mendapatkan uang dari internet maka hal yang perlu di perhatikan adalah strategi, karena hal inilah yang menentukan tingkat keberhasilan anda. Ingin penghasilan besar dari internet, bukan hal yang tidak mungkin karena perusahaan yang sangat besar seperti Google mendapatkan uang sudah jelas melalui internet.

Bisnis seperti apa yang ingin anda ikuti??Bisnis MLM, Periklanan, Reseller, atau yang bagaimana?? Pada intinya semua jenis bisnis menguntungkan dan tinggal bagaimana kita menjalankannya...

Ok, setelah anda menentukan jenis bisnis yang anda inginkan maka selanjutnya adalah review pasar, anda perlu tahu apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar internet?? Jika itu bisnis MLM, maka produk apa yang sedang banyak dicari orang dan tingkat saing dengan web lain bagaimana??Jika itu bisnis periklanan maka kita harus mencari titik lemah dari bisnis periklanan milik orang lain dan dari kelemahan itu kita tunjukkan kelebihan bisnis kita. Bisnis Reseller, yang jelas seperti bisnis MLM namun tingkat pemasaran hanya 1 Group per individu.
Read More..

Prinsip Kerja Sistem Jaringan Komputer

Author: RAWK ADIOS // Category:
Sinyal listrik maupun sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada suatu jaringan komputer merambat/memancar dengan prinsip kerja sistem jaringan komputer. Agar suatu jaringan dapat saling bertukar informasi data, diperlukan suatu alat yang disebut Modem (Modulator Demodulator) yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital maupun sebaliknya.

Sinyal listrik maupun sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada suatu jaringan komputer merambat/memancar dengan prinsip kerja sistem jaringan komputer. Agar suatu jaringan dapat saling bertukar informasi data, diperlukan suatu alat yang disebut Modem (Modulator Demodulator) yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital maupun sebaliknya.

Ada 4 komponen utama yang terdapat pada suatu jaringan, yaitu sender (pengirim data informasi), protokol (yang meng-encode dan men-decode data informasi), media transmisi (medium transfer data), dan receiver (penerima data informasi).

Prinsip kerjanya, pertama-tama sender mengirim sinyal informasi menuju receiver melalui protokol encode yang mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog kemudian sinyal melalui media transmisi dan melalui protokol kedua di decode kembali menjadi sinyal digital sebelum masuk ke receiver.

Prinsip kerja diatas dapat di analogikan saat orang jepang dan orang inggris sedang chatting melalui internet. Saat orang jepang mengetikkan suatu pesan dalam bahasa jepang maka pesan tersebut akan diubah terlebih dahulu oleh protokol ke dalam bahasa inggris sehingga orang inggris dapat menerima pesan tersebut dalam bahasa inggris dan sebaliknya saat orang inggris membalas pesan orang jepang tersebut maka pesan bahasa inggris akan diubah oleh protokol terlebih dahulu menjadi bahasa jepang sebelum sampai ke orang jepang. Jadi dalam hal ini protokol dapat di istilahkan seperti penerjemah informasi data.
Read More..

Hati-Hati terhadap Penipuan Lewat Internet...!!

Author: RAWK ADIOS // Category:
Penipuan yang terjadi lewat internet sangat gencar diperbicarakan oleh banyak pihak, telah banyak korban yang tertipu oleh para penipu di internet. Biasanya para penipu tersebut disebut dengan hacker yang mana tujuannya untuk menipu, merusak, dan mencuri dokumen-dokumen penting personal maupun perusahaan lewat internet.

Penipuan yang terjadi lewat internet sangat gencar diperbicarakan oleh banyak pihak, telah banyak korban yang tertipu oleh para penipu di internet. Biasanya para penipu tersebut disebut dengan hacker yang mana tujuannya untuk menipu, merusak, dan mencuri dokumen-dokumen penting personal maupun perusahaan lewat internet.

Selain penipuan yang dilakukan oleh para hacker, banyak juga penipuan dalam bentuk informasi palsu atau isu yang bertebaran di internet sehingga kita harus berhati-hati dalam mencari sumber informasi melalui internet.

Tujuan para hacker yang melakukan penipuan melalui internet beraneka ragam, salah satunya adalah untuk mencuri data kartu kredit dari para korbannya yang ditipu, biasanya mereka membuat suatu website online store yang mana menjual barang-barang yang sebenarnya tidak dimiliki oleh hacker tersebut dan harganya pun jauh lebih murah. Para hacker ini membuat sistem pembayaran website dengan menggunakan kartu kredit sehingga begitu pembeli melakukan suatu pemesanan barang atau jasa, maka pembeli tersebut akan memasukkan semua data kartu kreditnya ke dalam website tersebut yang sebenarnya data-data tersebut akan diambil oleh para hacker. Dengan begitu maka pemilik kartu kredit tersebut akan kehilangan sebagian atau keseluruhan uang yang ia miliki yang berarti ia telah menjadi salah satu korban penipuan melalui internet.

Selain itu, banyak juga para hacker yang menyebarkan suatu virus tertentu yang telah diprogram untuk menyusupi komputer korban yang mana akan di kendalikan dari komputer hacker, dengan begitu maka hacker tersebut dapat mengendalikan semua aktifitas di komputer tersebut termasuk mendownload dan menghapus dokumen komputer korban yang mungkin dokumen tersebut berisi rahasia penting suatu perusahaan maupun personal.

Banyak juga informasi-informasi palsu yang bertebaran di internet. Informasi tersebut biasanya dalam bentuk isu atau hal-hal yang menyesatkan. Untuk itu kita harus memilah informasi-informasi di internet sebelum kita mempercayai kebenaran informasi tersebut.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua agar selalu berhati-hati terhadap penipuan di internet...
Read More..

Waspadai virus di komputer anda

Author: RAWK ADIOS // Category:
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan informasi yang mudah didapatkan dari berbagai sumber di internet memberikan kesempatan kepada para hacker untuk melakukan aksinya. Salah satunya adalah virus-virus komputer yang mereka buat yang hanya dengan 1 virus saja mereka berhasil menyebarkan ribuan bahkan jutaan virus di seluruh dunia dalam waktu singkat

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan informasi yang mudah didapatkan dari berbagai sumber di internet memberikan kesempatan kepada para hacker untuk melakukan aksinya. Salah satunya adalah virus-virus komputer yang mereka buat yang hanya dengan 1 virus saja mereka berhasil menyebarkan ribuan bahkan jutaan virus di seluruh dunia dalam waktu singkat. Hal ini sungguh memberikan ke waspadaan kepada para pengguna komputer khususnya kepada pengguna internet agar selalu berhati-hati terhadap berbagai virus yang suatu saat dapat menyusup di komputer kita baik melalui media penyimpanan seperti CD, Flash Disk, Disket, dll atau melalui jaringan LAN, MAN, maupun WAN.

Satu virus saja yang masuk ke komputer kita bisa berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan virus dalam waktu singkat. Hal ini tentu menjadi permasalahan penting yang harus kita hadapi karena masuknya virus akan berakibat fatal pada sistem komputer dan data-data di komputer kita. Ada 2 jenis virus dilihat dari sistemnya, yaitu virus visible dan virus invisible. Yang sangat berbahaya adalah jenis virus yang invisible karena kita tidak dapat melihat keberadaan virus tersebut di komputer kita sedangkan jenis virus visible dapat terlihat dalam bentuk file dengan ekstensi berdasarkan jenis virus tersebut.

Cara aman agar komputer kita terhindar dari virus adalah dengan meng-install suatu antivirus tertentu yang dapat membasmi banyak virus komputer. Salah satu antivirus yang cukup ampuh untuk membasmi virus komputer adalah AVG atau McAffe yang saat ini cukup banyak dipakai oleh banyak orang. Cara aman lainnya adalah selalu waspada terhadap media penyimpanan seperti flashdisk, disket, CD, atau yang lainnya dan harus berhati-hati jika ingin meng-install suatu software yang didownload di internet karena banyak sekali software yang telah terindikasi terhadap virus komputer.

Jika komputer anda terhubung ke internet, selalu update antivirus anda minimal 1 bulan sekali karena setiap hari virus komputer selalu bertambah dengan pertambahan yang cukup signifikan.

Semoga tips-tips diatas dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.... dapatkan tulisan-tulisan terbaru saya setiap harinya di blog ini.....
Read More..

Perkembangan Internet di Indonesia

Author: RAWK ADIOS // Category:
Zaman sekarang, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar.

Zaman sekarang, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar.

Sekarang banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita, salah satunya layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet Instan dan Telkom Speedy. Telkomnet Instan merupakan layanan akses Dial-Up dengan kecepatan berkisar antara 40 Kbps - 56 Kbps sedangkan Telkom Speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan Up To 384 Kbps. Selain itu masih banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih.

Ada lagi layanan internet yang menggunakan Wireless Lan yang merupakan akses internet tanpa kabel atau menggunakan gelombang elektromagnetik seperti akses GPRS menggunakan handphone, PDA, laptop, dll. Selain itu sinyal Hotspot yang sering disebarkan ditempat-tempat seperti Mall, Cafe, Kampus, atau berbagai tempat lainnya bisa digunakan untuk mengakses internet, kita hanya perlu membawa peralatan mobile kita ditempat tersebut dan berinternetan disana.

Untuk dapat mengakses internet baik dengan kabel atau tanpa kabel selain diperlukan seperangkat komputer atau laptop diperlukan juga sebuah alat yang disebut Modem, modem berfungsi sebagai protokol yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya.

Mungkin itu saja tulisan yang dapat saya sampaikan hari ini... Selalu kunjungi blog ini karena saya akan selalu meng-update tulisan saya setiap harinya...
Read More..

Internet sebagai ladang promosi bisnis

Author: RAWK ADIOS // Category:
Pemanfaatan internet ternyata tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga memiliki berbagai manfaat lainnya yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Rata-rata kebanyakan orang di Indonesia menggunakan internet hanya untuk sekedar mencari informasi dan berkomunikasi dengan email atau chatting.

Pemanfaatan internet ternyata tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga memiliki berbagai manfaat lainnya yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Rata-rata kebanyakan orang di Indonesia menggunakan internet hanya untuk sekedar mencari informasi dan berkomunikasi dengan email atau chatting.

Internet juga memiliki manfaat besar sebagai peluang bisnis dan usaha, sebagai contoh anda yang memiliki sebuah toko buku dapat menjual buku-buku anda tersebut di internet, keuntungan yang dapatkan bahkan bisa 2 bahkan 10 kali lipat dibanding jika anda menjual produk secara offline karena produk yang akan anda jual mencakup seluruh dunia dan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Memasarkan produk melalui internet juga tidak membutuhkan modal yang besar bahkan jauh lebih kecil dibanding jika anda membangun sebuah toko atau gedung. Sudah banyak orang-orang yang beralih menjual produk mereka melalui internet karena menurut mereka keuntungan yang diperoleh akan jauh lebih besar.

Di internet juga banyak terdapat berbagai jenis peluang investasi yang cukup menjanjikan. Rata-rata keuntungan yang kita peroleh dengan berinvestasi di suatu perusahaan melalui internet adalah 25% - 40% setiap bulannya dengan masa kontrak bervariasi. Berinvestasi melalui internet tentu memiliki resiko yang sangat besar karena suatu saat suatu perusahaan tempat kita berinvestasi dapat saja bangkrut.

Dengan melakukan pemasaran atau promosi melalui internet, produk kita bisa dilihat oleh puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang setiap bulannya yang berasal dari berbagai kota dan negara berbeda.
Read More..

Kesenjangan Budaya Dalam Implementasi Teknologi Informasi

Author: RAWK ADIOS // Category:
Jika sedang mempertimbangkan untuk mengimplementasikan Teknologi Informasi, jangan lupakan masalah budaya orang-orang di dalamnya. Karena budaya, yang dalam hal ini berhubungan dengan manusia, mempunyai peran signifikan dalam kesuksesan implementasi Teknologi Informasi.


Jika sedang mempertimbangkan untuk mengimplementasikan Teknologi Informasi, jangan lupakan masalah budaya orang-orang di dalamnya. Karena budaya, yang dalam hal ini berhubungan dengan manusia, mempunyai peran signifikan dalam kesuksesan implementasi Teknologi Informasi.

Secanggih apapun sistem atau aplikasi yang dibangun, tanpa peran aktif manusianya, akan sulit sistem itu dijalankan dengan baik. Dan itu yang sering terjadi, perusahaan sudah menginvestasikan begitu banyak uang untuk Teknologi Informasi, banyak yang dihadapkan pada kenyataan bahwa implementasi tersebut tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang sebelumnya diharapkan.

Tentu saja ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tetapi menurut berbagai penelitian, faktor manusia menyumbang lebih dari 50% yang menentukan tingkat kesuksesan atau kegagalan implementasi Teknologi Informasi.

Salah satu sumber kegagalan, biasanya karena ada penolakan (resistensi) dari para staf, baik yang bersifat resistensi lunak di mana tidak mau menggunakan atau ogah-ogahan dalam menggunakan aplikasi yang sudah dibuat, hingga mengarah pada penolakan langsung secara terbuka dalam penggunaan aplikasi tersebut.

Pada dasarnya, penyebab dan model sebuah penolakan (resistensi) bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: TIDAK TAHU, TIDAK PUNYA KETERAMPILAN, dan TIDAK MAU TAHU. Kategori Tidak Tahu adalah saat di mana para staf tidak mempunyai informasi yang memadai tentang apa yang diinginkan organisasi dari Implementasi Teknologi Informasi. Kategori TIDAK PUNYA KETERAMPILAN adalah kategori di mana staf tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk menjalankan aplikasi tersebut. Sedangkan tidak mau tahu adalah kategori di mana seorang staf sebenarnya sudah tahu dan mengerti bagaimana pemakaian suatu aplikasi, tetapi cenderung menentang karena berbagai ketakutan-ketakutan tertentu.

Ketakutan-ketakutan dimaksud mulai dari takut kehilangan pekerjaan, takut pekerjaannya dialihkan, takut gajinya diturunkan, dan berbagai ketakutan-ketakutan lain. Ketakutan-ketakutan ini kadang beralasan, tetapi kadang pula hanya karena ketidaktahuan mereka tentang strategi perusahaan secara keseluruhan.

Untuk mengatasi berbagai faktor yang berhubungan dengan manusia sebagaimana telah disebutkan di atas, beberapa langkah di bawah ini bisa diambil.

Pertama, komunikasi dan sosialisasi.
Komunikasi dan sosialisasi yang baik merupakan salah satu kunci utama yang penting. Tanpa sosialisasi yang baik, para staf di dalam organisasi tidak mengetahui arah dan kebijakan organisasi secara keseluruhan, sehingga kadang tidak tahu harus berbuat apa. Komunikasi yang baik juga akan memberikan pemahaman yang menyeluruh perubahan-perubahan seperti apa yang akan terjadi dalam organisasi agar tidak menimbulkan efek negatif berupa resistensi dari karyawan.

Karyawan perlu diberitahu tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan implementasi Teknologi Informasi, mulai dari manfaat yang akan diterima perusahaan, efek dalam jangka pendek dan jangka panjang, dan juga hal-hal apa yang diharapkan perusahaan dari karyawan dengan adanya implementasi tersebut.

Hal lain yang juga penting dikomunikasikan adalah berbagai peran dan tugas serta tanggung jawab setiap karyawan yang mungkin saja berubah dengan adanya implementasi tersebut. Perubahan-perubahan itu seperti apa, dan bagaimana setiap karyawan menyiapkan diri terhadap perubahan tersebut.

Informasi tentang perubahan ini diperlukan untuk memberikan rasa aman dan tidak menimbulkan keresahan di antara mereka. Dengan demikian, setiap karyawan bisa memahami apa yang sedang terjadi, sekaligus menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan tersebut sebaik-baiknya.

Kedua, memberikan bekal skill dan pengetahuan yang memadai.
Implementasi Teknologi Informasi membutuhkan keterlibatan secara penuh dari para staf yang berhubungan dengan pengelolaan informasi, mulai dari memasukkan data, mengolah, hingga menyajikannya menjadi informasi yang relevan. Seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi itu sendiri, kemampuan para staf juga harus ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Peningkatan kemampuan ini biasanya dilakukan melalui berbagai pelatihan-pelatihan terstruktur yang melibatkan berbagai unsur penting dalam perusahaan. Pelatihan ini mutlak diperlukan agar setiap orang yagn terlibat bisa berperan aktif dan menjalankan peran dan fungsinya secara baik dan benar. Implementasi Teknologi Informasi tanpa dukungan penuh dari berbagai unsur di dalam organisasi akan sulit menghasilkan manfaat sesuai yang diinginkan.

Ambil contoh yang paling mudah, tentang laporan keuangan. Tanpa data-data yang benar dari semua pihak, mulai dari penjualan hingga pihak produksi, tidak bisa menghasilkan data yang akurat. Apalagi kalau sudah berbicara tentang berbagai sistem dan aplikasi yang berhubungan dengan decision support system yang sebagian besar berisi analisis, sistem ini tidak akan bisa menghasilkan informasi yang baik tanpa didukung oleh data-data yang memadai yang dikumpulkan lintas departemen dan lintas bagian.

Ketiga, pembiasaan
Mengubah kebiasaan orang biasanya termasuk salah satu pekerjaan yang paling rumit dalam proses implementasi teknologi informasi. Orang biasanya sudah memiliki cara dan kebiasaan tersendiri dalam melakukan pekerjaannya. Bisa jadi, dengan implementasi ini, kebiasaan tersebut harus diubah disesuaikan dengan aturan yang baru.

Permasalahan timbul biasanya adalah karena keengganan karyawan untuk memakai sistem baru dan tetap saja menggunakan sistem lama. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal; sistem lama masih dipakai ataupun karena tidak ada reinforcement yang kuat dalam penggunaan sistem baru.

Kadang-kadang, masih digunakannya sistem yang lama semata-mata juga bukan karena kesalahan karyawan, tetapi bisa juga disebabkan oleh hal lain, misalnya sistem baru yang diimplementasikan belum sepenuhnya bisa digunakan, atau sedang dalam masa uji coba sehingga beresiko untuk bermigrasi sepenuhnya ke sistem yang baru. Karena itu, realibilitas sistem yang baru perlu dipastkan dengan melalui serangkaian uji coba pelaksanaan.

Kalau sistem yang baru ini dirasa cukup stabil, maka salah satu kiat agar sebuah sistem berjalan dengan baik adalah semua prosedur harus diarahkan dengan memakai sistem yang baru tersebut, dan tidak membuka banyak alternatif lain. Dengan demikian, karyawan tidak punya pilihan kecuali memakai sistem baru tersebut.

Salah satu pengalaman menarik dalam hal ini adalah implementasi employee portal, sebuah aplikasi yang berurusan dengan kolaborasi internal antar perusahaan. Employee Portal ini bisa berisi tentang berbagai aturan perusahaan. Ada salah satu fasilitas dalam aplikasi ini, yaitu SELF SERVICE yang memungkinkan karyawan untuk mengajukan cuti, menggunakan berbagai fasilitas kantor, melalui portal ini.

Sebelumnya, saat orang mengajukan cuti atau ingin menggunakan fasilitas kantor (mobil, ruang meeting, proyektor) untuk kepentingan pekerjaan, mereka menggunakan kertas dan ditulis secara manual. Bisa dibayangkan jika karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut banyak, tentu akan menyulitkan pihak manajemen.

Agar sistem yang baru ini bisa berjalan dengan lancar, setelah berbagai uji coba, semua prosedur dilakukan melalui portal ini, dan tidak bisa lagi dilakukan secara manual. Pada awalnya memang masih banyak orang yang menggerutu dan menganggap sistem yang baru ini menyusahkan, dan lain-lain. Tetapi dengan konsistensi dan juga sedikit ”pemaksaan” semacam ini, lambat laun budaya manual itu mulai ditinggalkan dan sistem yang barupun berjalan dengan baik.

Keempat, perubahan budaya
Bicara mengenai budaya, akan mencakup banyak hal mulai dari tata nilai, kebiasaan-kebiasaan, hingga prosedur yang dipakai oleh sebuah organisasi. Implementasi teknologi informasi secara lambat laun akan mempengaruhi tingkah laku dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Perubahan budaya yang mungkin timbul ini perlu disadari oleh semua pihak dari kalangan manajemen hingga staf di bawahnya. Tanpa persiapan yang baik, dikhawatirkan akan terjadi kekagetan budaya (cultural shock) karena ternyata akibat dari implementasi ini di luar perkiraan mereka.

Dalam hubungan dengan budaya, implementasi Teknologi Informasi bisa memberikan pengaruh setidaknya dalam tiga hal: keterbukaan, egalitarianisme, dan kemauan berbagi. Keterbukaan menyangkut informasi yang bisa diakses oleh banyak orang, egalitarianisme menyangkut posisi yang sejajar, dan kemauan berbagi menyangkut kolaborasi dan kordinasi dengan banyak orang.

Menyangkut keterbukaan, biasanya informasi merupakan ”aset” yang dijaga dan secara eksklusif seakan-akan dimiliki oleh satu departemen atau bagian tertentu, padahal di departemen atau bagian lain sebenarnya membutuhkan informasi tersebut. Implementasi Teknologi Informasi akan mengintegrasikan gugusan pulau-pulau informasi dalam organisasi menjadi satu kesatuan sehingga bisa memberikan informasi yang integral dan akurat. Transparansi informasi ini tidak saja akan mampu memberikan informasi yang relevan, tetapi juga akan menghilangkan berbagai ketidakefisienan yang terjadi dalam organisasi.

Budaya lain yang mungkin berubah adalah dalam hal egalitarianisme dan menghilangkan berbagai sekat biroratis yang biasanya tumbuh dalam organisasi. Kalau dulu orang sulit sekali menghubungi pihak manajemen, sekarang ini melalui email dan sms orang dengan mudah langsung menghubungi pimpinan dengan sangat cepat. Contoh yang baik dalam kasus ini adalah SMS ke Presiden, di mana sekarang orang bisa langsung berbicara dan mengeluarkan pendapatnya kepada Presiden, sesuatu yang mungkin sulit sekali dilakukan tanpa bantuan teknologi.

Teknologi Informasi sebenarnya juga diharapkan menjadi media bagi budaya berbagai (sharing) di antara karyawan. Budaya berbagi ini menjadi penting karena salah satu aset utama perusahaan adalah akumulasi pengalaman dan pengetahuan para karyawannya. Akumulasi pengalaman dan pengetahuan ini tanpa mekanisme berbagi yang efektif dan efisien akan sulit diharapkan bisa menjadi pengetahuan perusahaan secara keseluruhan. Teknologi Informasi membantu memberikan alat agar aktifitas berbagi ini menjadi lebih efektif, sehingga apa yang disebut sebagai organisasi pembelajar akan terus menerus diupayakan.

Pada akhirnya, kembali pada catatan di atas, Teknologi Informasi adalah alat. Kreatifitas manusialah yang akan menentukan sejauh mana Teknologi Informasi tersebut akan memberikan manfaat bagi organisasi. Tanpa didukung kemampuan manusia yang memadai, Implementasi Teknologi Informasi tidak akan memberikan hasil yang maksimal.
Read More..